MATERI BHS. INDONESIA KLS XI MENULIS SURAT NIAGA (dagang)

Posted on Juli 19, 2010



Standar Kompetensi     : Menulis

4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk  proposal, surat dagang, karangan ilmiah

Kompetensi                  4.2. Menulis surat dagang (permintaan, penawaran, perjanjian )

Surat niaga (dagang) adalah surat yang dikeluarkan oleh badan-badan atau perusahaan-perusahaan dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya. Surat niaga ada beberapa macam, di antaranya surat permintaan barang (pesanan), surat penawaran, dan surat perjanjian).

Surat permintaan barang disebut juga surat pesanan atau surat beli. Pembuatan surat pesanan memerlukan pertimbangan-pertimbangan keuangan, persyaratan pembayaran, pengiriman, dan penyerahan barang.

1. Surat permintaan

PT Penerbit Guna Ilmu

Jalan Raya Pendidikan Blok D Makassar, Sulawesi Selatan

Nomor     : 543-2/BD-D/VII/10                                     Manado, 27 November 2010

Lampiran : 1 (satu) berkas

Hal           : Permintaan

Kepada Yth. Kepala Bagian Penjualan

CV Cyber Komputindo Kompleks

Manado Electronik Centre Blok E Lt. 2 No. 13

Kami beritahukan dengan hormat bahwa kami akan membuka kantor cabang baru di Jalan Raya Pendidikan Blok D Makassar, Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, kami membutuhkan; 1) 10 unit computer; 2) 2 unit printer ; 3) 1 unit scanner, sesuai yang Saudara tawarkan pada iklan harian Merdeka, tgl. 11 November 2010.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon kepada Saudara untuk mengkirim brosur, daftar harga, dan buku petunjuk teknisnya. Selain itu, mohon penjelaskan tentang: 1) syarat pembayaran, 2) syarat penyerahan barang, dan 3) potongan harga.

Kami tunggu balasan Saudara selekasnya. Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami menyampaikan terima kasih.

Hormat saya,

Kepala Bagian Pembelian

Paidjo Sukipli

2. Surat Penawaran Harga

Surat penawaran suatu barang atau jasa kepada perseorangan atau perusahaan sering disebut juga surat jual. Dalam surat penawaran biasanya digunakan bahasa yang efektif dan menarik minat pembeli atau penyalur sehingga mempermudah distribusi barang yang ditawarkan tersebut.

Beberapa pertimbangan dalam membuat surat penawaran harga, yaitu sebagai berikut.

v      Pertimbangkan baik-baik, apakah barang-barang yang ditawarkan itu benar-benar diperlukan oleh perusahaan lain.

v      Pertimbangan risiko yang mungkin timbul.

v      Perlu adanya penelitian terhadap barang-barang yang ditawar tersebut, seperti kualitas, jumlah, dan harga.

Pada setiap penawaran harga, perlu disebutkan hal-hal sebagai berikut:

v      dasar penawaran barang/jasa;

v      perincian harga setiap barang;

v      jumlah keseluruhan barang;

Berikut contoh surat penawaran.

CV Cyber Komputindo

Kompleks Manado Electronik Centre Blok E Lt. 2 No. 13

——————————————————————————————————————–

Nomor     : 089/AK/VIII/2010                                                    Manado, 4 Desember 2010

Lampiran : 1 (satu) berkas

Hal           : Penawaran harga

Yth. Paidjo Sukipli

Kepala Bagian Pembelian PT Penerbit Guna Ilmu

Jalan Raya Pendidikan Blok D Makassar, Sulawesi Selatan

Dengan hormat,

Memenuhi surat permintaan penawaran perusahaan Anda nomor 543-2/BD-D/VII/10 pada tanggal 27 November 2010, kami dari CV Cyber Komputindo mengajukan penawaran penyediaan alat komputer dan perangkat penunjang dengan perincian sebagai berikut:

1. 10 unit komputer @ Rp6.000.000,00                                  Rp60.000.000,00

2. 2 unit printer HP 2430 @ Rp10.000.000,00                        Rp20.000.000,00

3. 1 unit scanner Umax                                                           Rp     800.000,00 +

Jumlah total     Rp  8.800.000,00

(delapan juta delapan ratus ribu)

Demikianlah penawaran harga dari kami.

Catatan:

  1. Spesifikasi komputer terlampir (RAM, motherboard, processor, dll.).
  2. Harga penawaran belum termasuk biaya pemasangan instalasi.
  3. Harga tersebut sudah termasuk install software (Microsoft Office&Windows Vista) orisinal.

Hormat kami,

CV Cyber Komputindo

Kepala Bagian Penjualan

Yahya Maulana

  1. Surat Perjanjian Jual-Beli

Surat perjanjian jual-beli dibuat oleh pihak penjual dan pihak pembeli. Di dalam surat tersebut dinyatakan secara tertulis kesepakatan antara kedua belah pihak. Surat tersebut berisi pernyataan secara tertulis mengenai kesepakatan yang menyatakan bahwa pihak penjual wajib menyerahkan barang dan berhak atas pembayaran barang itu. Sebaliknya, pihak pembeli berhak atas penerimaan barang dan wajib membayar harga barang itu kepada pihak penjual. Dalam surat perjanjian jual-beli, barang yang dapat diperjanjikan berupa barang bergerak seperti alat-alat perabotan dan kendaraan; dan barang-barang tidak bergerak atau barang tetap, contohnya adalah rumah, gedung, dan tanah.

Contoh surat perjanjian jual-beli:

Surat Perjanjian Jual-Beli

Yang bertanda tangan di bawah ini,

1.         Nama : Indriani

Alamat : Jln. Ir. H. Juanda No. 213 Bandung

Pekerjaan : Pegawai Pemkot Bandung

Selaku pihak kesatu, selanjutnya disebut penjual, dan

2.         Nama : Alit Nurwulan Indah

Alamat : Jln. Mengger No.127 Bandung

Pekerjaan : Wiraswasta

Selaku pihak kedua, selanjutnya disebut pembeli, pada hari ini Senin 23 Agustus 2007 telah bermufakat dan menerangkan hal-hal sebagai berikut.

Pasal 1

Penjual menjual rumah yang terletak di Kelurahan Rajawali No. 12, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat yang diketahui benar oleh pembeli.

Pasal 2

Dalam jual beli ini termasuk pula penyerahan c.q. penerimaan hak milik penjual atas rumah tersebut dalam Pasal 1.

Pasal 3

Perjanjian jual beli ini disepakati dengan harga Rp80.000.000,00 (delapan puluh juta rupiah). Jumlah tersebut akan dibayarkan secara tunai oleh pembeli kepada penjual pada waktu penandatanganan surat perjanjian ini, dengan tanda terima/kuitansi tersendiri yang disaksikan oleh beberapa orang saksi, dan selanjutnya penjual menyerahkan semua surat rumah kepada pembeli.

Pasal 4

Segala tunggakan pajak dan lain-lain hingga saat ini adalah tanggung jawab penjual.

Pasal 5

Penjual memberi jaminan kepada pembeli, apabila ternyata pada kemudian hari terjadi hal-hal atau gugatan dari pihak lain atas rumah tersebut dalam Pasal 1.

Pasal 6

Pembaliknamaan (persil) yang dipersoalkan dalam perjanjian ini termasuk segala ongkos-ongkos atau biaya yang diperlukan merupakan beban pembeli.

Pasal 7

Sejauh diperlukan, penjual dengan ini memberi kuasa yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjanjian ini dan dengan hak subtitusi kepada pembeli untuk mengurus perizinan jika ada, c.q. pembaliknamaan yang bersangkutan atas nama penjual.

Pasal 8

Kedua belah pihak berjanji tidak akan membawa atau memperselisihkan ke muka pengadilan sebelum diusahakan sedapat mungkin untuk menyelesaikan perselisihan secara damai.

Pasal Penutup

Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani dalam rangkap dua yang dua-duanya mempunyai kekuatan yang sama.

Sleman,  12 Januari 2010

Penjual                                                                                    Pembeli

…………….                                                                            ………………..

Saksi

……………………….

………………………

………………………

Posted in: Uncategorized