MAPEL BHS INDONESIA KELAS XI_Melengkapi karya tulis dengan daftar pustaka dan catatan kaki

Posted on Agustus 24, 2010



BAGIAN RUJUKAN DALAM KARANGAN ILMIAH

Salah satu bagian dalam karangan ilmiah adalah bagian rujukan. Bagian ini merupakan indikator kekuatan pengarang dalam menguasai pokok permasalahan yang dihubungkan dengan teori atau konsep yang dijadikan sebagai rujukan. Bagian ini sebagai pertanggungjawaban moral dan penghargaan terhadap hak cipta seorang penulis pada penulis terdahulu yang dijadikan sebagai penguat argumen yang disajikan dalam karangan. Penggunaan bagian referensi ini disajikan sesuai dengan ketentuan sikap ilmiah seorang penulis karangan ilmiah yang disajikannya.
Penggunaan bagian rujukan ini dapat menggunakan dua cara. Yaitu dengan catatan kaki atau dengan catatan perut

CATATAN KAKI

Catatan kaki karya tulis ilmiah membutuhkan dokumentasi untuk memudahkan penulis menyatakan serta mengakui jasa para penulis lainnya. Selain itu, dokumentasi ini bertujuan agar para pembaca menguji atau memeriksa sumber informasi.

Walaupun suatu catatan kaki dapat saja menambahi komentar dan penjelasan, haruslah kita ingat benar-benar bahwa fungsi utamanya adalah memberikan informasi mengenai suatu sumber.
Di dalam catatan kaki sering digunakan istilah ibid, op. cit. , dan loc. ci.t pada karangan ilmiah jenis tertentu.
1. Istilah ibid merupakan kependekan dari ibidem yang berarti bahwa kutipan tersebut diambil dari sumber Kutipan yang sama dan tidak tersela terlebih dahulu oleh sumber kutipan lain.
2. Istilah op. cit. kependekan dari epere citato berarti kutipan diambil dari sumber yang telah disebutkan sebelumnya, namun berada pada halaman yang berbeda dan telah diselingi sumber lain.
3. Istilah loc. cit berarti kutipan diambil dari sumber dan halaman yang sama, namun telah disela oleh sumber lain.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan catatan kaki adalah sebagai berikut.
1. nomor catatan kaki agak diangkat sedikit di atas baris biasa, tetapi tidak sampai setinggi satu spasi. Nomor itu jauhnya tujuh huruf dari margin atau tepi teks, atau sama dengan permulaan alinea baru. Jika catatan kaki terdiri dari dua baris, baris kedua dan selanjutnya dimulai di garis margin atau tepi teks biasa.

2. nama pengarang ditulis menurut urutan nama aslinya. Pangkat atau gelar seperti Prof., Dr., Ir., dan sebagainya tidak perlu dicantumkan.

3. judul buku digaris bawah jika diketik dengan mesin ketik, atau dicetak miring jika diketik dengan komputer.

4. jika ditulis oleh dua atau tiga pengarang, nama pengarang dicantumkan semua.

5. pengarang yang lebih dari tiga orang, ditulis hanya nama pengarang pertama, lalu di belakangnya ditulis et. Al, atau dkk.

Contoh penggunaan op. cit.
CONTOH Op. Cit.

Contoh penggunaan ibid dan lo cit

Contoh penggunaan ibid dan lo cit

Ketentuan penulisan catatan caki dari berbagai sumber

klik!!!

CATATAN PERUT (kutipan yang menyatu dalam teks)

Untuk menampilkan atau memasukkan kutipan dalam teks, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Jika nama pengarang dituliskan sebelum isi kutipan, buatlah dahulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. Kemudian, tulislah nama akhir pengarang, tahun terbit, titik dua, dan nomor halaman di dalam kurung.

Contoh:
… penghijauan sering disebut istilah reboisasi, yakni penanaman kembali areal hutan yang gundul. Secara lebih lengkap, Setiawan (2002:17) mengatakan, penghijauan adalah satu usaha yang meliputi …

2. Jika nama pengarang dicantumkan setelah bunyic kutipan, buatlah dahulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. Setelah itu, tampilkan kutipannya. Kemudian, tulislah nama akhir pengarang, tanda koma, tahun terbit, titik dua, nomr halaman di dalam kurung lalu akhiri dengan tanda titik.
Contoh:

… penghijauan adalah satu usaha yang meliputi … (Setiawan, 2002:17).

3. Jika pengarang lebih dari dua orang, yang disebutkan hanya nama pengarang pertama dengan menambahkan et.al., atau dkk.

Contoh:
Jika dirumuskan bagaimana hubungan arsitektur dan arsitek, Sulard, dkk., (2003:10-11) mengatakan bahwa arsitektur adalah…

4. Jika kutipan terdiri atas lima baris atau kurang dari lima baris, penulisannya seperti terlihat pada contoh 1, 2, 3, yakni kutipan dimasukkan langsung ke dalam teks dengan jarak dua spasi. Adapun kutipan yang lebih dari lima baris dicantumkan di bawah teks dengan jarang satu spasi, menjorok ke dalam sekitar lima huruf, baik di sebelah kiri maupun kanan, tanpa diberi tanda petik.

PENULISAN DAFTAR PUSTAKAPENULISAN DAFTAR PUSTAKA!!

About these ads
Posted in: Uncategorized