<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yahu3x&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://yahu3x.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yahu3x.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 May 2011 12:02:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yahu3x.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yahu3x&#039;s Blog</title>
		<link>http://yahu3x.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yahu3x.wordpress.com/osd.xml" title="Yahu3x&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yahu3x.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>LOMBA CIPTA PUISI BENTARA BUDAYA BALI 2011</title>
		<link>http://yahu3x.wordpress.com/2011/05/13/lomba-cipta-puisi-bentara-budaya-bali-2011/</link>
		<comments>http://yahu3x.wordpress.com/2011/05/13/lomba-cipta-puisi-bentara-budaya-bali-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 12:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yahu3x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahu3x.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[LOMBA CIPTA PUISI BENTARA BUDAYA BALI 2011 Bentara Budaya Bali mengadakan Lomba Cipta Puisi yang berangkat dari kisah-kisah mitologi berbagai daerah di Nusantara, dengan tema “Mitologi dalam Refleksi Kekinian”. Kompetisi dimaksudkan bukan semata sebagai upaya pengenalan kembali terkait ragam, ataupun muatan isi suatu mitologi, melainkan juga turut mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang secara kritis menyikapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=178&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>LOMBA CIPTA PUISI BENTARA BUDAYA BALI 2011</em></p>
<p>Bentara Budaya Bali mengadakan Lomba Cipta Puisi yang berangkat dari kisah-kisah mitologi berbagai daerah di Nusantara, dengan tema “Mitologi dalam Refleksi Kekinian”. Kompetisi dimaksudkan bukan semata sebagai upaya pengenalan kembali terkait ragam, ataupun muatan isi suatu mitologi, melainkan juga turut mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang secara kritis menyikapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sehingga dapat menjadi refleksi bagi kekinian bermasyarakat. Kompetisi ini memperebutkan Piala Bentara.</p>
<p>Simak Ketentuan dan Persyaratan Lomba Cipta Puisi Nasional Bentara Budaya Bali 2011, di bawah ini:<br />
1.	Lomba ini terbuka bagi masyarakat umum se-Indonesia, tanpa batasan usia.</p>
<p>2.	Lomba Cipta Puisi ini bersifat perorangan.</p>
<p>3.	Tiap puisi yang disertakan dalam lomba wajib mengacu ataupun merespon tema yang telah ditetapkan Panitia, yakni “Mitologi Dalam Refleksi Kekinian”</p>
<p>4.	Karya puisi yang dilombakan belum pernah diterbitkan dalam bentuk buku, dan dipublikasikan lewat media cetak atau online, serta tidak sedang diikutkan dalam lomba atau kegiatan serupa lainnya.</p>
<p>5.	Karya puisi yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak, baik sebagian maupun keseluruhan, dari naskah yang telah ada sebelumnya.</p>
<p>6.	Terkait ketentuan 4 dan 5 dibuktikan dengan surat pernyataan dari peserta lomba.</p>
<p>7.	Tiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya dengan melampirkan data diri dan pindai/fotokopi kartu identitas yang masih berlaku (SIM/KTP/Pasport, dll).</p>
<p>8.	Puisi wajib dikirim dengan format Times New Roman, 12 pt, spasi 1,5 melalui : Via email : ciptapuisibentarabali@yahoo.com, ATAU, Via Pos: Bentara Budaya Bali, Jalan By Pass IB Mantra 88 A, Ketewel, Gianyar Bali. Bagi peserta yang mengirim lewat pos, naskah wajib dicopy rangkap 4 (empat).</p>
<p>9.	Naskah diterima panitia selambat-lambatnya pada 20 Mei 2011</p>
<p>10.	Dewan Juri menetapkan 3 Pemenang Utama, Pemenang Harapan, dan 25 Nominator yang akan dibukukan, serta menjadi puisi wajib bagi Lomba Baca dan Dramatisasi Puisi se-Bali tahun 2011 (Juli 2011)</p>
<p>11.	Total hadiah untuk keseluruhan lomba adalah Rp 10.000.000,00. Selain uang tunai, pemenang juga mendapat trophy, piagam dan hadiah lainnya. Para finalis Juara akan diundang khusus untuk menghadiri puncak acara di Bentara Budaya Bali.</p>
<p>12.	Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.</p>
<p>info ini juga dimuat di harian Kompas edisi Minggu, 13 Februari 2011 di halaman 21.</p>
<p>Selamat mengikuti, dan MOHON DISEBARLUASKAN.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yahu3x.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yahu3x.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yahu3x.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yahu3x.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yahu3x.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yahu3x.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yahu3x.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yahu3x.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yahu3x.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yahu3x.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yahu3x.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yahu3x.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yahu3x.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yahu3x.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=178&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahu3x.wordpress.com/2011/05/13/lomba-cipta-puisi-bentara-budaya-bali-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0892117ee513ba7efa880b1ce6b9b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yahu3x</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)</title>
		<link>http://yahu3x.wordpress.com/2011/03/08/ejaan-bahasa-indonesia-yang-disempurnakan-eyd-2/</link>
		<comments>http://yahu3x.wordpress.com/2011/03/08/ejaan-bahasa-indonesia-yang-disempurnakan-eyd-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 17:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yahu3x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahu3x.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Halaman ini menyediakan kaidah ejaan bahasa Indonesia menurut Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD). Bahasa Indonesia adalah bahasa negara bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa nasional bangsa Indonesia. Penggunaannya tersebar luas di seluruh pelosok nusantara, baik dalam bentuk ragam lisan maupun ragam tulis. Sebagai pengguna Bahasa Indonesia terkadang kita mengabaikan kaidah-kaidah dalam menggunakan ragam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=172&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halaman ini menyediakan kaidah ejaan bahasa Indonesia menurut <strong>Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).</strong></p>
<p>Bahasa Indonesia adalah bahasa negara bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa nasional bangsa Indonesia. Penggunaannya tersebar luas di seluruh pelosok nusantara, baik dalam bentuk ragam lisan maupun ragam tulis.</p>
<p>Sebagai pengguna Bahasa Indonesia terkadang kita mengabaikan kaidah-kaidah dalam menggunakan ragam tulis bahasa Indonesia. Padahal sebagai pengguna bahasa Indonesia yang baik, seharusnya kita memperhatikan dan menggunakan kaidah-kaidah tersebut sebagai wujud rasa bangga kita terhadap bahasa Indonesia.</p>
<p>Saya mencoba menyediakan kaidah ejaan bahasa Indonesia menurut ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (<em>EYD</em>). Harapan saya, dengan hadirnya blog ini, para pembaca tidak kesulitan mendapatkan informasi tentang <strong>kaidah ejaan bahasa Indonesia.</strong></p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/13794813/eyd.pdf.html">Untuk mendapatkan informasi mengenai kaidah EYD silakan download tautan ini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yahu3x.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yahu3x.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yahu3x.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yahu3x.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yahu3x.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yahu3x.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yahu3x.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yahu3x.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yahu3x.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yahu3x.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yahu3x.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yahu3x.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yahu3x.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yahu3x.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=172&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahu3x.wordpress.com/2011/03/08/ejaan-bahasa-indonesia-yang-disempurnakan-eyd-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0892117ee513ba7efa880b1ce6b9b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yahu3x</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)</title>
		<link>http://yahu3x.wordpress.com/2011/02/19/ejaan-bahasa-indonesia-yang-disempurnakan-eyd/</link>
		<comments>http://yahu3x.wordpress.com/2011/02/19/ejaan-bahasa-indonesia-yang-disempurnakan-eyd/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 14:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yahu3x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahu3x.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) Halaman ini menyediakan kaidah ejaan bahasa Indonesia menurut Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD). Bahasa Indonesia adalah bahasa negara bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa nasional bangsa Indonesia. Penggunaannya tersebar luas di seluruh pelosok nusantara, baik dalam bentuk ragam lisan maupun ragam tulis. Sebagai pengguna Bahasa Indonesia terkadang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=170&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)</strong></p>
<p>Halaman ini menyediakan kaidah ejaan bahasa Indonesia menurut Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (<em>EYD</em>).</p>
<p>Bahasa Indonesia adalah bahasa negara bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa nasional bangsa Indonesia. Penggunaannya tersebar luas di seluruh pelosok nusantara, baik dalam bentuk ragam lisan maupun ragam tulis.</p>
<p>Sebagai pengguna Bahasa Indonesia terkadang kita mengabaikan kaidah-kaidah dalam menggunakan ragam tulis bahasa Indonesia. Padahal sebagai pengguna bahasa Indonesia yang baik, seharusnya kita memperhatikan dan menggunakan kaidah-kaidah tersebut sebagai wujud rasa bangga kita terhadap bahasa Indonesia.</p>
<p>Saya mencoba menyediakan kaidah ejaan bahasa Indonesia menurut ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD). Harapan saya, dengan hadirnya blog ini, para pembaca tidak kesulitan mendapatkan informasi tentang kaidah ejaan bahasa Indonesia.</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/13794813/eyd.pdf.html">Untuk mendapatkan informasi mengenai kaidah EYD silakan download tautan ini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yahu3x.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yahu3x.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yahu3x.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yahu3x.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yahu3x.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yahu3x.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yahu3x.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yahu3x.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yahu3x.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yahu3x.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yahu3x.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yahu3x.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yahu3x.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yahu3x.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=170&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahu3x.wordpress.com/2011/02/19/ejaan-bahasa-indonesia-yang-disempurnakan-eyd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0892117ee513ba7efa880b1ce6b9b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yahu3x</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gabungan Kata dalam Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://yahu3x.wordpress.com/2011/02/19/gabungan-kata-dalam-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://yahu3x.wordpress.com/2011/02/19/gabungan-kata-dalam-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 14:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yahu3x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahu3x.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[1 Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsurunsurnya ditulis terpisah. Misalnya: duta besar mata pelajaran orang tua kambing hitam persegi panjang model linear simpang empat meja tulis kereta api cepat luar biasa rumah sakit umum 2 Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian,dapat ditulis dengan tanda hubung untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=168&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></p>
<p>1 </strong><strong>Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk</strong>, termasuk istilah khusus, unsurunsurnya ditulis terpisah.</p>
<p>Misalnya:<br />
duta besar<br />
mata pelajaran<br />
orang tua<br />
kambing hitam<br />
persegi panjang<br />
model linear<br />
simpang empat<br />
meja tulis<br />
kereta api cepat<br />
luar biasa<br />
rumah sakit umum</p>
<p>2 Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian,dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsur yang bersangkutan.<br />
Misalnya:<br />
alat pandang-dengar<br />
ibu-bapak kami<br />
anak-istri saya<br />
watt-jam<br />
buku sejarah-baru<br />
orang-tua muda<br />
mesin-hitung tangan</p>
<p>3 Gabungan kata berikut ditulis serangkai.<br />
Misalnya:<br />
acapkali<br />
adakalanya<br />
akhirulkalam<br />
alhamdulillah<br />
astagfirullah<br />
bagaimana<br />
barangkali<br />
beasiswa<br />
belasungkawa<br />
bilamana<br />
bismillah<br />
bumiputra<br />
daripada<br />
darmabakti<br />
darmasiswa<br />
darmawisata<br />
dukacita<br />
halalbihalal<br />
hulubalang<br />
kacamata<br />
kasatmata<br />
kepada<br />
keratabasa<br />
kilometer<br />
manakala<br />
manasuka<br />
mangkubumi<br />
matahari<br />
olahraga<br />
padahal<br />
paramasastra<br />
peribahasa<br />
puspawarna<br />
radioaktif<br />
saptamarga<br />
saputangan<br />
saripati<br />
sebagaimana<br />
sediakala<br />
segitiga<br />
sekalipun<br />
silaturahmi<br />
sukacita<br />
sukarela<br />
sukaria<br />
syahbandar<br />
titimangsa<br />
wasalam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yahu3x.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yahu3x.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yahu3x.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yahu3x.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yahu3x.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yahu3x.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yahu3x.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yahu3x.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yahu3x.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yahu3x.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yahu3x.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yahu3x.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yahu3x.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yahu3x.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=168&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahu3x.wordpress.com/2011/02/19/gabungan-kata-dalam-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0892117ee513ba7efa880b1ce6b9b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yahu3x</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENULISAN SINGKATAN DAN AKRONIM BAHASA INDONESIA</title>
		<link>http://yahu3x.wordpress.com/2011/02/18/penulisan-singkatan-dan-akronim-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://yahu3x.wordpress.com/2011/02/18/penulisan-singkatan-dan-akronim-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 23:48:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yahu3x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahu3x.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[1. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. a. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pengkat diikuti dengan tanda titik. Misalnya: A.S. Kramawijaya Muh. Yamin Suman Hs. Sukanto S.A. B.A. master of business administration M.Sc. master of science S.E. sarjana ekonomi S.Kar sarjana karawitan S.K.M. sarjana kesehatan masyarakat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=165&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br />
1.	 </strong><strong>Singkatan </strong><strong>ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.<br />
</strong><strong>a.	 Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pengkat diikuti dengan tanda titik.</strong></p>
<p>Misalnya:<br />
A.S. Kramawijaya<br />
Muh. Yamin<br />
Suman Hs.<br />
Sukanto S.A.<br />
B.A. master of business administration<br />
M.Sc. master of science<br />
S.E. sarjana ekonomi<br />
S.Kar sarjana karawitan<br />
S.K.M. sarjana kesehatan masyarakat<br />
Bpk. Bapak<br />
Sdr. Saudara<br />
Kol. Kolonel</p>
<p>b.	<strong> Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti dengan tanda titik.</strong></p>
<p>Misalnya:<br />
DPR Dewan Perwakilan Rakyat<br />
PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia<br />
GBHN Garis-Garis Besar Haluan Negara<br />
SMTP sekolah menengah tingkat pertama<br />
PT perseroan terbatas<br />
KTP kartu tanda pengenal</p>
<p>c.	 <strong>Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik.</strong></p>
<p>Misalnya:<br />
dll.  dan lain-lain<br />
dsb.  dan sebagainya<br />
dst.  dan seterusnya<br />
hlm.  halaman<br />
sda.  sama dengan atas<br />
yth.  yang terhormat</p>
<p>Tetapi:<br />
a.n.  atas nama<br />
d.a.  dengan alamat<br />
u.b.  untuk beliau<br />
u.p.  untuk perhatian</p>
<p>d.	 <strong>Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.</strong></p>
<p>Cu      kuprum<br />
TNT    trinitrotoluena<br />
cm     sentimeter<br />
kVA    kilovolt-ampere<br />
l          liter<br />
kg       kilogram<br />
Rp  rupiah</p>
<p>2.	 <strong></strong><strong>Akronim </strong>ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.</p>
<p>a.	<strong>Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.</strong><br />
Misalnya:<br />
ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia<br />
LAN Lembaga Administrasi Negara<br />
PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia<br />
IKIP Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan<br />
SIM Surat izin mengemudi</p>
<p>b.	 Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.</p>
<p>Misalnya:<br />
Akabri  Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia<br />
Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional<br />
Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia<br />
Kowani Kongres Wanita Indonesia<br />
Sespa Sekolah Staf Pimpinan Administrasi</p>
<p>c.	Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.</p>
<p>Misalnya:<br />
pemilu pemilihan umum<br />
radar radio detecting and ranging<br />
rapim rapat pimpinan<br />
rudal peluru kendali<br />
tilang bukti pelanggaran</p>
<p>Catatan:<br />
Jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. (1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yahu3x.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yahu3x.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yahu3x.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yahu3x.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yahu3x.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yahu3x.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yahu3x.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yahu3x.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yahu3x.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yahu3x.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yahu3x.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yahu3x.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yahu3x.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yahu3x.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=165&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahu3x.wordpress.com/2011/02/18/penulisan-singkatan-dan-akronim-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0892117ee513ba7efa880b1ce6b9b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yahu3x</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>macam-macam metode penelitian</title>
		<link>http://yahu3x.wordpress.com/2011/01/19/metode-penelitian/</link>
		<comments>http://yahu3x.wordpress.com/2011/01/19/metode-penelitian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 06:20:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yahu3x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahu3x.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[halaman ini menuju tautan yang menjelaskan metode penelitian. file berbentuk pdf. klik di sini contoh metode penelitian eksperimen contoh karakteristik metode penelitian metode penelitian pengembangan PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN METODE PEMBELAJARAN TERHADAP ANALISIS NILAI NILAI RELIGIUS DALAM CERITA PENDEK CERPEN KARYA<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=157&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>halaman ini menuju tautan yang menjelaskan <strong><em>metode penelitian</em>. </strong>file berbentuk pdf.</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/13457300/Copyof199220meto.pdf.html">klik di sini </a></p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/13457622/bab10-metode_penelitian_eksperimen_dan_simulasi.pdf.html"><strong>contoh metode penelitian eksperimen</strong></a></p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/13457746/penelitian-karakteristik-dan-metodologi.pdf.html"><strong>contoh karakteristik metode penelitian </strong></a></p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/13457781/0604091354Metode_Penel_Pengemb_Pembelajaran.pdf.html"><strong>metode penelitian pengembangan</strong></a></p>
<p><strong><a href="http://www.ziddu.com/download/13457908/doc.pdf.html">PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN METODE PEMBELAJARAN TERHADAP</a></strong></p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/13457945/06006244.pdf.html">ANALISIS NILAI NILAI RELIGIUS DALAM CERITA PENDEK CERPEN KARYA</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yahu3x.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yahu3x.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yahu3x.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yahu3x.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yahu3x.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yahu3x.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yahu3x.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yahu3x.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yahu3x.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yahu3x.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yahu3x.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yahu3x.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yahu3x.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yahu3x.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=157&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahu3x.wordpress.com/2011/01/19/metode-penelitian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0892117ee513ba7efa880b1ce6b9b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yahu3x</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyusun Teks Pidato (materi kls X sem2)</title>
		<link>http://yahu3x.wordpress.com/2011/01/05/menyusun-teks-pidato-materi-kls-x-sem2/</link>
		<comments>http://yahu3x.wordpress.com/2011/01/05/menyusun-teks-pidato-materi-kls-x-sem2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 05:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yahu3x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahu3x.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Halaman ini berisi tentang materi pidato. silakan klik tautan ini http://www.ziddu.com/download/13265961/materibhsindklsxsem2.zip.html<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=148&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halaman ini berisi tentang materi pidato. </p>
<p>silakan<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/13265961/materibhsindklsxsem2.zip.html">klik tautan ini </a></p>
<p>http://www.ziddu.com/download/13265961/materibhsindklsxsem2.zip.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yahu3x.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yahu3x.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yahu3x.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yahu3x.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yahu3x.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yahu3x.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yahu3x.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yahu3x.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yahu3x.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yahu3x.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yahu3x.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yahu3x.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yahu3x.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yahu3x.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=148&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahu3x.wordpress.com/2011/01/05/menyusun-teks-pidato-materi-kls-x-sem2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0892117ee513ba7efa880b1ce6b9b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yahu3x</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tentang paragraf</title>
		<link>http://yahu3x.wordpress.com/2010/09/30/tentang-paragraf/</link>
		<comments>http://yahu3x.wordpress.com/2010/09/30/tentang-paragraf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2010 13:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yahu3x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahu3x.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[hakikat paragraf, syarat-syarat paragraf yang baik, jenis-jenis paragraf, unsur-unsur gagasan dalam paragraf klik tautan berikut<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=140&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ari-sman2ngaglik.blogspot.com"><strong>hakikat paragraf,</strong> <strong>syarat-syarat paragraf yang baik</strong>, <strong>jenis-jenis paragraf</strong>, <strong>unsur-unsur gagasan dalam paragraf</strong></a></p>
<p><a href="http://ari-sman2ngaglik.blogspot.com">klik tautan berikut</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yahu3x.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yahu3x.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yahu3x.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yahu3x.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yahu3x.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yahu3x.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yahu3x.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yahu3x.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yahu3x.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yahu3x.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yahu3x.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yahu3x.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yahu3x.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yahu3x.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=140&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahu3x.wordpress.com/2010/09/30/tentang-paragraf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0892117ee513ba7efa880b1ce6b9b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yahu3x</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MATERI KLS X_HAKIKAT PUISI  DAN PEMBAHASAN  STRUKTUR PUISI</title>
		<link>http://yahu3x.wordpress.com/2010/08/30/hakikat-puisi-dan-pembahasan-struktur-puisi/</link>
		<comments>http://yahu3x.wordpress.com/2010/08/30/hakikat-puisi-dan-pembahasan-struktur-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 03:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yahu3x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahu3x.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[A. Pengertian Puisi Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata yang indah dan kaya makna. Keindahan sebuah puisi disebabkan oleh diksi, majas, rima, dan irama yang terkandung dalam karya sastra. Adapun kekayaan makna yang terkandung dalam puisi dikarenakan oleh pemadatan segala unsur bahasa. Bahasa yang dipergunakan dalam dalam puisi berbeda dengan bahasa yang kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=132&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><strong></p>
<p>A.	</strong><strong>Pengertian Puisi</strong></p>
<p><strong>Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata yang indah dan kaya makna</strong>. Keindahan sebuah puisi disebabkan oleh diksi, majas, rima, dan irama yang terkandung dalam karya sastra. Adapun kekayaan makna yang terkandung dalam puisi dikarenakan oleh pemadatan segala unsur bahasa. Bahasa yang dipergunakan dalam dalam puisi berbeda dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari. <strong>Puisi menggunakan bahasa yang ringkas, namun maknanya sangat kaya. Kata-kata yang digunakan konotatif, yang mengandung banyak penafsiran</strong>.</p>
<p>Berdasar hal itu, dapatlah dirumuskan<strong> <em>ciri-ciri puisi</em></strong>:</p>
<p>1.	Dalam puisi terdapat pemadatan segala unsur kekuatan bahasa.</p>
<p>2.	Dalam penyusunannya, unsur-unsur bahasa itu dirapikan, diperbagus, dan diatur sebaik-baiknya<br />
        dengan memperhatikan irama dan bunyi.</p>
<p>3.	Puisi berisikan ungkapan pikiran ungkapan pikiran, penyair berdasarkan pengalaman imajinatif.</p>
<p>4.	Bahasa konotatif </p>
<p>5.	Puisi dibentuk <strong>struktur fisik</strong> ( diksi, pengimajian, kata konkret, majas, ritma/ rima,<br />
        tipografi) dan <strong>unsur (struktur) batin </strong> (tema dan amanat, perasaan, nada dan<br />
        suasana)</p>
<p><strong>B.	Unsur-unsur/ Struktur Puisi</strong></p>
<p><strong>1.	Unsur Fisik (bentuk)</strong></p>
<p><strong>a.	Diksi  (pemilihan kata)</strong></p>
<p>Penyair sangat cermat dalam memilih kata-kata. Kata-kata dipertimbangkan makna, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata itu dalam konteks atau dalam hubungan dengan kata yang lain, serta kedudukankata dalam keseluruhan puisi. Leh karena itu, di samping memiliki kata yang tepat, penyair juga mempertimbangkan urutan kata dan kekuatan/ daya magis kata-kata.</p>
<p>Pemilihan kata-kata dalam puisi hendaknya bersifat puitis, yang mempunyai efek keindahan dan  berbeda dengan kata-kata yang biasa kita pakai sehari-hari. </p>
<p><strong>b.	Pengimajian</strong></p>
<p>Pengimajian/ Citraan dalam Puisi adalah gambar-gambar dalam pikiran dan bahasa yang menggambarkannya. Setiap gambar pikiran disebut citra atau imaji (<em>image</em>). Adapun gambaran pikiran adalah sebuah efek dalam pikiran yang sangat menyerupai, yang dihasilkan oleh penangkapan kita terhadap sebuah objek yang dapat dilihat oleh mata (indra penglihatan). Jika dilihat dari fungsinya, citraan atau pengimajian lebih cenderung berfungsi untuk mengingatkan kembali apa yang telah dirasakan.</p>
<p>Dengan demikian, citraan tidak membuat kesan baru dalam pikiran. Kita akan kesulitan menggambarkan objek atau sesuatu yang disampaikan dalam puisi jika kita belum pernah sama sekali mengalami atau mengetahuinya. Oleh karena itu, kita akan mudah memahami puisi jika memiliki simpanan imaji-imaji yang diperoleh dari pengalamannya.</p>
<p>Ada beberapa jenis citraan yang dapat ditimbulkan puisi, yakni<br />
sebagai berikut.</p>
<p>1). <strong>Citraan Penglihatan dalam puisi</strong></p>
<p>Citraan penglihatan ditimbulkan oleh indra penglihatan (mata). Citraan ini merupakan jenis yang paling sering digunakan penyair. Citraan penglihatan mampu memberi rangsangan kepada indra penglihatan sehingga hal-hal yang tidak terlihat menjadi seolah-olah terlihat.<br />
Contoh citraan penglihatan dapat dilihat dari kutipan puisi berikut.</p>
<p>                     <strong> Perahu Kertas</strong><br />
<em>Waktu masih kanak-kanak Kau membuat <strong>perahu kertas</strong><br />
dan kau<br />
layarkan di tepi kali; <strong>alirnya sangat tenang</strong>, dan perahumu<br />
bergoyang menuju lautan.<br />
&#8230;</em><br />
                  <em>Karya Sapardi Djoko Damono<br />
                  Sumber: Perahu Kertas, 1991<br />
</em></p>
<p>2). <strong>Citraan Pendengaran dalam Puisi</strong></p>
<p>Citraan pendengaran berhubungan dengan kesan dan gambaran yang diperoleh melalui indra pendengaran (telinga). Citraan ini dapat dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan bunyi suara, misalnya dengan munculnya diksi sunyi, tembang, dendang, suara mengiang, berdentum-dentum, dan sayup-sayup.<br />
Contoh citraan pendengaran dapat dilihat dari kutipan puisi berikut.</p>
<p>               <strong>Penerbangan Terakhir</strong></p>
<p><em>Maka <strong>menangislah </strong>ruh bayi itu keras-keras<br />
Kedua tangan yang alit itu seperti kejang-kejang<br />
Kakinya pun menerjang-nerjang<br />
<strong>Suaranya melengking</strong> lalu menghiba-hiba<br />
…</em><br />
                      <em> Karya Taufq Ismail<br />
                       Sumber: Horison Sastra Indonesia 1 :Kitab Puisi 2002</em></p>
<p>3). <strong>Citraan Perabaan dalam Puisi</strong><br />
Citraan perabaan atau citraan <em>tactual </em>adalah citraan yang dapat dirasakan oleh indra peraba (kulit). Pada saat membacakan atau mendengarkan larik-larik puisi, kita dapat menemukan diksi yang menyebabkan kita merasakan rasa nyeri, dingin, atau panas karena perubahan suhu udara.<br />
Berikut contoh citraan perabaan dalam puisi.</p>
<p>                     <strong>Blues untuk Bonie</strong><br />
<em>…<br />
sembari jari-jari galak di gitarnya<br />
mencakar dan mencakar<br />
menggaruki rasa gatal di sukmanya</em><br />
                                              <em> Karya W.S. Rendra<br />
                                               Sumber: Horison Sastra Indonesia 1 : Kitab Puisi 2002<br />
</em></p>
<p>4). <strong>Citraan Penciuman dalam puisi<br />
</strong></p>
<p>Citraan penciuman atau pembauan disebut juga citraan <em>olfactory</em>.  Dengan membaca atau mendengar kata-kata tertentu, kita seperti mencium bau sesuatu. Citraan atau pengimajian melalui indra penciuman ini akan memperkuat kesan dan makna sebuah puisi.</p>
<p>Perhatikan kutipan puisi berikut yang menggunakan citraan penciuman.</p>
<p><em>              Pemandangan Senjakala<br />
Senja yang basah meredakan hutan terbakar<br />
Kelelawar-kelelawar raksasa datang dari langit kelabu tua<br />
Bau mesiu di udara, Bau mayat. Bau kotoran kuda.<br />
…<br />
                    Karya W.S. Rendra<br />
                    Sumber: Horison Sastra Indonesia 1: Kitab Puisi 2002</em></p>
<p>5). <strong>Citraan Pencicipan atau Pencecapan dalam puisi</strong></p>
<p>Citraan pencicipan disebut juga citraan <em>gustatory</em>, yakni citraan yang muncul dari puisi sehingga kita seakan-akan mencicipi suatu benda yang menimbulkan rasa asin, pahit, asam, manis, atau pedas.<br />
Berikut contoh larik-larik puisi yang menimbulkan citraan pencicipan atau pencecapan.</p>
<p> <em>           Pembicaraan<br />
Hari mekar dan bercahaya:<br />
yang ada hanya sorga. Neraka<br />
adalah rasa pahit di mulut<br />
waktu bangun pagi<br />
                   Karya Subagio Sastrowardojo<br />
</em></p>
<p>6). <strong>Citraan Gerak dalam puisi<br />
</strong></p>
<p>Dalam larik-larik puisi, kamu pun dapat menemukan citraan gerak atau <em>kinestetik</em>. Yang dimaksud citraan gerak adalah gerak tubuh atau otot yang menyebabkan kita merasakan atau melihat gerakan tersebut. Munculnya citraan gerak membuat gambaran puisi menjadi lebih dinamis.<br />
Berikut contoh citraan gerak dalam puisi.</p>
<p>                  <em>Mimpi Pulang<br />
…<br />
Di sini aku berdiri, berteman angin<br />
Daun-daun cokelat berguguran<br />
Meninggalkan ranting pohon oak yang meranggas<br />
Dingin mulai mengigit telingaku<br />
Kuperpanjang langkah kakiku<br />
Menyusuri trotoar yang seperti tak berujung<br />
Di antara beton-beton tua yang tidak ramah mengawasiku<br />
Gelap mulai merayap menyusul langkah kakiku<br />
Ah, Gott sei dank! di sana masih ada burung-burung putih<br />
itu<br />
Aku bagaikan pohon oak<br />
Ditemani angin musim gugur yang masih tersisa<br />
…<br />
                              Karya Nuning Damayanti Sumber: Bunga yang Terserak, 2003</em></p>
<p><strong>c.	Kata konkret</strong></p>
<p>Untuk membangkitkan imaji (daya bayang) pembaca, maka kata-kata harus diperkonkret. Fungsinya agar pembaca seolah-olah melihat, mendengar, merasa apa yang dilukiskan penyair. </p>
<p>Jika  imaji pembaca merupakan akibat dari pengimajian yang diciptakan penyair, maka kata konkret merupakan sebab terjadinya pengimajian itu. Dengan kata yang diperkonkret, pembaca dapat membayangkan secara  jelas peristiwa atau keadaan yang dilukiskan oleh penyair.  Perhatikan  cuplikan puisi yang berjudul “Gadis Peminta-Minta”  karya Toto Sudarto Bachtiar berikut!</p>
<p><em>Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil<br />
Senyummu terlalu kecil untuk kenal duka<br />
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu<br />
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa</p>
<p>Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil<br />
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok<br />
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan<br />
Gembira dari kemayaan riang</p>
<p>Duniamu yang lebih tinggi dari menara Katedral<br />
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal<br />
Jiwa begitu murni, terlalu murni<br />
Untuk bisa  membagi dukaku</em></p>
<p>Untuk melukiskan gadis itu benar-benar seorang pengemis gembel, penyair menggunakan kata-kata “gadis kecil berkaleng kecil”. Lukisan itu lebih konkret daripada dengan menggunakan diksi “gadis peminta-minta” atau “gadis miskin”. Untuk melukiskan tempat tidur pengap di bawah jembatan yang hanya dapat untuk menelentangkan tubuh, penyair menulis “pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok” . Untuk memperkonkret dunia pengemis yang penuh kemayaan, penyair memperkonkret diksi “hidup dari  kehidupan  angan-angan yang gemerlapan gembira dari kemayaan riang”. Untuk memperkonkret gambaran tentang martabat gadis itu yang sama halnya memiliki martabat tinggi seperti manusia lainnya, penyair menulis “duniamu yang tinggi dari, menara Katedral”.</p>
<p>Contoh lain karya  Rendra dalam ”Ballada Terbunuhnya Atmo Karpo. Ia  membuat kata konkret berikut ini.</p>
<p><em>Dengan kuku-kuku besi, kuda menebah perut bumi<br />
Bulan berkhianat, gosokkan tubuhnya pada pucuk-pucuk para<br />
Mengepit kuat-kuat lutut penunggang perampok yang diburu<br />
Surai bau keringat basah, jenawi pun telanjang.</em></p>
<p>Kaki kuda yang bersepatu besi disebut penyair /kuku besi/. Kuda itu menapaki jalan tidak beraspal yang disebut /kulit bumi/. Atmo Karpo sebagai perampok yang naik kuda digambarkan sebagai /penunggang perampok yang diburu/. Penggambaran perjalanan Atmo Karpo naik kuda yang meletihkan itu diperkonkret dengan larik /surai bau keringat basah/. Ia siap berperang dan telah menghunus /jenawi / (samurai). Hal ini diperkonkret dengan larik /jenawi pun telanjang/.</p>
<p><strong>d.	Majas</strong></p>
<p><strong>Majas ialah bahasa yang digunakan penyair untuk menyatakan sesuatu dengan cara pengiasan</strong>.  Yakni dengan mengungkapkan makna secara tersembunyi, atau tidak langsung. Penggunaan majas membantu penyair menghadirkan kesan puitis melalui pemilihan bunyi yang dapat menimbulkan imajinasi di dalam diri pembaca. </p>
<p>Berikut ini beberapa contoh gaya bahasa:</p>
<p>1)	<strong>Perbandingan dalam puisi</strong><br />
Majas perbandingan/ perumpamaan/ simile/ asosiasi adalah kiasan yang membandingkan sesuatu dengan yang lain dengan menggunakan kata pembanding seperti bagaikan, bak, semisal, seperti, serupa, dan kata pembanding lainnya. Misalnya, untuk menggambarkan keinginan Amir Hamzah untuk berjumpa dengan Tuhannya, ia menulis larik-larik seperti ini </p>
<p><em>Nanar aku, gila sasar<br />
Sayang berulang padamu jua<br />
Engkau pelik menarik ingin<br />
Serupa dara di balik tirai</em></p>
<p>2)	<strong>Metafora dalam puisi<br />
</strong></p>
<p>Majas ini memang mirip dengan asosiasi. Bedanya, metafora tidak menggunakan kata-kata pembanding.<br />
Contoh:</p>
<p><em>Aku ini binatang jalang<br />
Dari kumpulannya terbuang</em></p>
<p>(Chairil Anwar, “Aku”)</p>
<p>3)	Alegori</p>
<p>Alegori ialah majas yang mengiaskan sesuatu dengan hal lain atau kejadian lain. Misal dalam puisi “Teratai” (Sanusi Pane) meyimbolkan Ki Hajar Dewantara dengan kuntum bunga teratai dengan maksud untuk menautkan ciri-ciri bunga teratai dengan gagasan, pikiran atau cita-cita tokoh pendidikan tersebut.</p>
<p><strong>e.	Rima/Ritma</strong></p>
<p>Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Rima membentuk efek musikalitas. Dengan adanya rima itulah, efek bunyi makna yang dikehendaki penyair semakin indah dan makna yang ditimbulkan lebih kuat. contoh /dan angin pun mendesah/ mengeluh mendesah/. Konsonan /h/ pada larik tersebut memberikan efek makna kegelisahan. Sementara itu, perpindahan antara bunyi desis /s/ dan /h/ dengan menggunakan konsonan /n/ dalam angin mendesah menjadikan lagu puisi itu menjadi merdu. Di samping rima, dikenal pula istilah ritma, yang berarti sebagai pengulangan kata, frase, atau kalimat dalam bait puisi.</p>
<p>Pada puisi lama rima merupakan salah satu unsur yang mengikat puisi. Akan tetapi, puisi baru atau puisi kontemporer sudah tidak terikat dengan rima.</p>
<p>Contoh:</p>
<p>               <em>Dalam Kereta<br />
Dalam kereta<br />
Hujan menebal jendela<br />
Semarang Solo . . . , makin dekat saja<br />
Menangkap senja<br />
Menguak purnama<br />
Caya menyayat mulut dan mata<br />
Menjengking kereta. Menjengking jiwa,<br />
Sayatan terus ke dada<br />
           Karya: Chairil Anwar</em></p>
<p>Puisi ”Dalam Kereta” bersajak sama. Setiap baris diakhiri dengan bunyi yang sama, yaitu diakhiri dengan bunyi vokal /a/.</p>
<p><strong>f.	Irama</strong></p>
<p>Irama dalam puisi erat hubungannya dengan bunyi yang berulang, pergantian yang teratur, dan variasi-variasi bunyi yang menimbulkan suatu gerak yang hidup, seperti gemericik air yang mengalir turun tidak putus-putus. Irama dapat pula berarti pergantian turun naik, panjang pendek, keras lembut ucapan bunyi bahasa dengan teratur. Irama terbagi atas <strong>ritme </strong> dan <strong>metrum</strong>.</p>
<p>1) Ritme adalah irama yang disebabkan oleh pertentangan atau<br />
pergantian bunyi tinggi rendah secara teratur, tetapi tidak<br />
merupakan jumlah suku kata yang tetap, melainkan hanya<br />
menjadi gema dendang sukma.</p>
<p>2) Metrum adalah irama yang tetap, artinya pergantiannya<br />
sudah tetap menurut pola tertentu. Hal ini disebabkan oleh<br />
jumlah suku kata yang sudah tetap dan tekanannya yang tetap<br />
hingga alun suara menaik dan menurun itu tetap saja.</p>
<p>Dalam puisi, irama timbul karena perulangan bunyi berturut-turut dan bervariasi, misalnya sajak akhir, asonansi, dan aliterasi.</p>
<p><strong>g.	Tata wajah (tipografi)</strong></p>
<p>Tipografi  merupakan  pembeda yang  penting  antara puisi dengan prosa (cerpen, novel) dan drama. Kata-kata dalam puisi membentuk larik-larik sajak dalam bait, tidak berbentuk kalimat dalam paragraf. </p>
<p><strong>2.	Unsur Batin (isi)</strong></p>
<p>Ada empat unsur batin puisi, yakni: tema (sense), perasaan penyair (feeling), nada atau sikap penyair terhadap pembaca (tone), dan amanat (intention).</p>
<p><strong>a.	Tema  dan  amanat</strong></p>
<p>Tema dan amanat merupakan bagian dari struktur batin puisi. Tema merupakan pokok persoalan yang akan diungkap oleh penyair. Pokok pikiran itu begitu kuat mendesak dalam jiwa penyair, sehingga menjadi landasan utama pengucapannya. Jika desakan yang kuat itu berupa hubungan penyair dengan Tuhan, maka puisinya  bertema ketuhanan. Jika desakan yang kuat itu berupa rasa belas kasih, maka puisi yang ia tulis bertema  tentang  kemanusiaan. Jika yang kuat itu dorongan untuk memprotes ketidakadilan, maka tema puisinya adalah kritik social. Perasaan cinta atau patah hati yang kuat juga dapat melahirkan tema cinta atau tema kedukaan karena putus cinta.</p>
<p>Tema tersirat dalam keseluruhan isi puisi. Persoalan-persoalan yang diungkapkannya itu merupakan penggambaran suasana batin. Tema tersebut bias pula berupa respons penyair  terhadap kenyataan social budaya sekitarnya. Dalam hal ini puisi berperan sebagai sarana protes atau pun sebagai ungkapan simpati dan keprihatinan penyair terhadap lingkungan dan kemasyarakatan.</p>
<p>Perhatikan puisi berikut!</p>
<p>		<em>Gadis Peminta-Minta</p>
<p>Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil<br />
Senyummu terlalu kecil untuk kenal duka<br />
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu<br />
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa</p>
<p>Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil<br />
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok<br />
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan<br />
Gembira dari kemayaan riang</p>
<p>Duniamu yang lebih tinggi dari menara Katedral<br />
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal<br />
Jiwa begitu murni, terlalu murni<br />
Untuk bisa  membagi dukaku</p>
<p>Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil<br />
Buah di atas itu, tak ada yang punya<br />
Dan kotaku, ah kotangku<br />
Hidupnya tak lagi punya tanda<br />
				(Toto Sudarto Bachtiar)</em></p>
<p><strong>Tema kemanusiaan itulah yang melingkup puisi di atas. Penyair bermaksud menunjukkan betapa tingginya martabat manusia dan bermaksud meyakinkan pembacanya bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama. Perbedaan kekayaan, pangkat, kedudukan seseorang, tidak boleh menjadi sebab adanya pembedaan perlakuan terhadap kemanusiaan seserang. Seperti dalam puisi tersebut, penyair membela martabat kemanusiaan gadis peminta-minta yang disebutnya sebagai gadis kecil berkaleng kecil.</strong></p>
<p><strong>Jika kebanyaan orang menganggap bahwa pengemis yang meminta-minta di pinggir jalan sebagai sampah masyarakat, sebagai manusia yang tidak berharga maka penyair mengatakan dengan tegas bahwa martabat gadis kecil peminta-minta itu sama derajatnya dengan martabat manusia yang lain.</strong></p>
<p><strong>Amanat merupakan pesan yang disampaikan penyair dalam puisinya. </strong>. Penyair mengungkapkan solusi atau alternatif  jawaban sebagai pemecahan terhadap tema yang disajikannya. Pesan-pesan tersebut dihadirkan dalam ungkapan yang tersembunyi. Di sinilah kelebihan seorang penyair, ia menyampaikan pesan-pesan itu melalui ungkapan yang sangat halus sehingga tidak menimbulkan kesan menggurui, vulgar, atau pun sok tahu.</p>
<p>Sesuai dengan tema yang dikemukakannya, maka amanat puisi akan selaras dengan temanya itu. Dari puisi yang bertema kemanusiaan, seperti yang dicontohkan di atas, akan lahir pula amanat berkisar soal kemanusiaan, “Hargailah manusia-manusia gembel yang diketegorikan sebagai sampah masyarakat. Mereka itu juga manusia yang mempunyai martabat sama dengan manusia lainnya. Kesengsaraan bukan kemauan mereka. Kita yang kebetulan bernasib lebih baik, hendaknya memikirkan nasib mereka, di samping nasib kita sendiri”. Demikianlah amanat yang hendak disampaikan  Toto Sudarto Bachtiar dalam puisinya itu.</p>
<p><strong>b.	Perasaan dalam puisi </strong></p>
<p>Puisi merupakan karya sastra yang paling mewakili ekspresi perasaan penyair. Bentuk ekspresi itu dapat berupa kerinduan, kegelisahan, atau pengagungan kepada kekasih, kepada alam, atau kepada Tuhan. Oleh karena itu, bahasa dalam puisi akan terasa sangat ekspresif dan lebih padat.</p>
<p>Jika penyair hendak mengagungkan keindahan alam, maka sebagai sarana ekspresinya ia akan memanfaatkan imaji-imaji, majas, serta diksi yang mewakili dan memancarkan nuansa makna tentang keindahan alam yang  digambarkannya itu. Jika ekspresinya merupakan kegelisahan dan kerinduan kepada YME, maka bahasa yang digunakan cenderung kontemplatif atau penyadaran akan eksistensinya dan hakikat keberadaan dirinya sebagai hamba-Nya.</p>
<p>Tentang bagaimana seorang penyair mengekspresikan bentuk-bentuk perasaannya itu, antara lain, dapat dilihat dalam penggalan puisi berikut. /Hanyut aku  Tuhanku/Dalam lautan kasih-Mu/Tuhan, bawalah aku/Meninggi ke langit ruhani/. Larik-larik tersebut puisi berjudul “Tuhan” karya Bahrum Rangkuti. Puisi tersebut merupakan pengejawantahan kerinduan penyair dengan Tuhan YME. Kerinduannya diekspresikan melalui kata, hanyut, kasih, meninggi, langit ruhani. Nuansa makna dari kata-kata itu memancarkan isi batin, kedalaman penghayatan penyair terhadap ekspresi ruhaniah dan pesan-pesan ketuhanan.</p>
<p>Ketajaman apresiasi dapat mengantarkan kita pada temuan-temuan berharga tentang makna martabat kemanusiaan. Karena itu, kita hendaknya selalu berasumsi bahwa lewat puisinya, setiap penyair ingin mengungkapkan suatu makna tentang kebenaran-kebenaran hidup. Setiap penyair ingin membeberkan rahasia dunia dan kehidupannya. Dengan asumsi semacam itu, kita tidak hanya terpikat oleh bahasa puisi, kemudian lupa mencari makna dan pesan-pesan kehidupan.</p>
<p><strong>c.	Nada dan Suasana dalam puisi</strong></p>
<p>Dalam menulis puisi, penyair mempunyai sikap tertentu terhadap pembaca: apakah dia ingin bersikap menggurui, menasihati, mengejek, menyindir, atau bersikap jujur, lugas menceritakan sesuatu kepada pembaca. Sikap penyair kepada pembaca ini disebut nada puisi. Sering kali puisi bernada santai karena penyair bersikap santai kepada pembaca. Hal ini dapat kita jumpai dalam puisi-puisi mbeling.</p>
<p>Jika nada merupakan sikap penyair terhadap pembaca , maka suasana puisi adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu, atau akibat psikologis yang ditimbulkan puisi itu terhadap pembaca. Jika kita bicara tentang sikap penyair, maka kita berbicara tentang nada; jika kita berbicara tentang suasana jiwa pembaca yang timbul setelah membaca puisi, maka kita berbicara tentang suasana. Nada dan suasana puisi saling berhubungan karena nada puisi menimbulkan suasana terhadap pembacanya. Nada duka yang diciptakan penyair dapat menimbulkan suasanan iba hati pembaca. Nada kritik yang diberikan penyair dapat menimbulkan suasana penuh pemberontakan bagi pembaca. Nada religius  dapat menimbulkan suasana khusyuk.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yahu3x.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yahu3x.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yahu3x.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yahu3x.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yahu3x.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yahu3x.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yahu3x.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yahu3x.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yahu3x.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yahu3x.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yahu3x.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yahu3x.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yahu3x.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yahu3x.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=132&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahu3x.wordpress.com/2010/08/30/hakikat-puisi-dan-pembahasan-struktur-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0892117ee513ba7efa880b1ce6b9b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yahu3x</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Materi kls X Menanggapi Siaran Berita</title>
		<link>http://yahu3x.wordpress.com/2010/08/26/materi-kls-x-menanggapi-siaran-berita/</link>
		<comments>http://yahu3x.wordpress.com/2010/08/26/materi-kls-x-menanggapi-siaran-berita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 22:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yahu3x</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahu3x.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Materi kls X Menanggapi Siaran Berita Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik. Anda akan berlatih mengemukakan komentar terhadap informasi yang telah didapatkan. Sebelumnya, Anda akan memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan menyimak. Dengan demikian, kemampuan menyimak dan berpikir kritis Anda akan terlatih. Informasi yang kita dapatkan dapat bermanfaat bagi perkembangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=122&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><strong>Materi kls X Menanggapi Siaran Berita</strong></p>
<p>Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih menanggapi siaran atau<br />
informasi dari media elektronik. Anda akan berlatih mengemukakan<br />
komentar terhadap informasi yang telah didapatkan. Sebelumnya, Anda<br />
akan memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan menyimak. Dengan<br />
demikian, kemampuan menyimak dan berpikir kritis Anda akan terlatih.</p>
<p>Informasi yang kita dapatkan dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus peningkatan diri kita dalam menyikapi situasi dan kondisi. Biasanya, informasi yang hadir ke tengah masyarakat akan menimbulkan beragam tanggapan. Tanggapan tersebut dapat berupa tanggapan mendukung, menolak, atau mengkritik. Hal ini sesuai dengan sudut pandang setiap penerima informasi.</p>
<p>Informasi yang didapat dari sebuah berita televisi atau radio akan menimbulkan tanggapan beragam. Pola pikir dalam menyimak informasi tidak selamanya harus sejalan dengan kondisi penerima informasi. Anda pun mungkin memiliki pandangan tersendiri terhadap informasi yang Anda simak.</p>
<p><strong>Menyimak adalah suatu kegiatan yang merupakan suatu proses</strong>. Tentunya dalam proses ini terdapat tahap-tahap. Adapun <strong>tahapan-tahapan saat kita menyimak informasi </strong>adalah sebagai berikut.</p>
<p><strong>1. Tahap Mendengar</strong></p>
<p>Dalam tahap ini, kita baru mendengar segala sesuatu yang dikemukakan oleh sang pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya. Jadi kita masih berada dalam tahap hearing.</p>
<p><strong>2. Tahap Memahami</strong></p>
<p>Setelah kita mendengar, akan ada keinginan bagi kita untuk mengerti atau memahami dengan baik isi pembicaraan yang disampaikan oleh sang pembicara. Maka sampailah, kita dalam tahap pemahaman.</p>
<p><strong>3. Tahap Menginterpretasi</strong></p>
<p>Dalam tahap ini, penyimak yang baik, yang cermat dan teliti, belum puas kalau hanya mendengar dan memahami isi ujaran sang pembicara; dia ingin menafsirkan atau rnenginterpretasikan isi, butirbutir pendapat yang terdapat dan tersirat dalam ujaran itu. Dengan demikian, sang penyimak telah tiba pada tahap interpreting.</p>
<p><strong>4. Tahap Mengevaluasi</strong></p>
<p>Setelah memahami serta dapat menafsir atau menginterpretasikan isi pembicaraan, sang penyimak pun mulailah menilai atau mengevaluasi pendapat serta gagasan sang pembicara, di mana keunggulan dan kelemahan, di mana kebaikan dan kekurangan sang pembicara; maka dengan demikian sudah sampai pada tahap evaluating.</p>
<p><strong>5. Tahap Menanggapi</strong></p>
<p>Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam kegiatan menyimak; sang penyimak menyambut, mencamkan, menyerap serta menerima gagasan atau ide yang dikemukakan oleh sang pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya; sang penyimak pun sampailah pada tahap menanggapi (responding). Tanggapan dapat berupa penolakan atau pendapat.</p>
<p><strong>Bacalah informasi berikut oleh salah seorang di antara Anda.</strong></p>
<p>Bacalah seperti seorang pembaca berita membawakan isi teks berita<br />
yang dibacanya. Selama teman Anda membacakannya, tutuplah<br />
buku Anda. </p>
<p><strong>Simaklah dengan saksama hal-hal yang disampaikan<br />
dalam isi berita berikut.</strong></p>
<p>                       <strong>Ratusan Warga Pesisir Selatan Butuh Bantuan</strong></p>
<p>Pemirsa Headline News,</p>
<p>Ratusan warga korban gempa di Kanagarian Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Selasa (18/9), masih bertahan di tenda-tenda darurat. Kini, mereka butuh bantuan. Sejak terjadi gempa, Rabu pecan lalu, setiap orang baru menerima bantuan beras empat kilogram dan dua bungkus mi instan.</p>
<p>Warga setempat juga mengaku membutuhkan pelayanan kesehatan. Anak-anak mereka,  mulai menderita berbagai penyakit akibat tidur di tenda terbuka. Hingga kini, warga Kanagarian Sungai Tunu hanya menyimpan 50 helai selimut. Jumlah ini tidak sesuai dengan jumlah warga yang tinggal di tenda darurat.<br />
Lain lagi dengan ratusan warga korban gempa di Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Mereka terpaksa kembali ke desa, karena kesal tak kunjung menerima bantuan. Kebanyakan pengungsi adalah transmigran asal Jawa di Desa Rawa Bangun Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko.</p>
<p>Sejak terjadi gempa, warga Desa Rawa Bangun mengungsi ke Bukit Solang, wilayah paling utara Provinsi Bengkulu yang berbatasan dengan Sumatra Barat. Menurut Nurcahyo, salah seorang pengungsi, selama tiga hari mengungsi, mereka baru mendapat 10 karung beras dari masyarakat peduli gempa yang kebetulan melintas di pengungsian.<br />
                                                                         Sumber: www.metrotvnews.com</p>
<p>Dari isi berita tersebut Anda dapat mengerucutkan permasalahan untuk ditanggapi dengan menjawab hal-hal berikut.</p>
<p>1. <strong></strong><strong>Apa </strong>yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat?<br />
2. <strong>Bagaimana </strong>keadaan warga setempat di sana?<br />
3. <strong>Mengapa </strong>mereka membutuhkan bantuan?<br />
4. <strong>Siapakah </strong>yang berkewajiban membantu mereka?<br />
5. <strong>Di manakah </strong> tempat pengungsian mereka?</p>
<p>                               <strong>Tugas Terstruktur</strong></p>
<p>1. Buatlah kelompok dengan jumlah anggota lima orang.<br />
2. Bacalah dengan baik teks berikut oleh salah seorang di antara Anda.<br />
3. Tutuplah buku Anda selama teman Anda membacakan dan catatlah hal-hal yang kiranya penting.</p>
<p>                                   <strong>Jalur Alternatif Pantura Rusak</strong></p>
<p>Pemirsa Headline News,</p>
<p>Menjelang arus mudik Lebaran 2007, sejumlah jalur alternatif di kawasan Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) di Pekalongan hingga Tegal, Jawa Tengah, rusak parah dan rawan longsor. Salah satunya jalur alternatif yang menghubungkan Pemalang-Tegal-Purwokerto sepanjang 100 kilometer yang menjadi jalan tembus jalur Pantura ke jalur Selatan.</p>
<p>Jalan di eks Kerisedanan Pekalongan ini bergelombang, amblas dan terjadi penggelembungan serta aspal mengelupas. Kini, di permukaan jalan hanya tertinggal pecahan batu yang membahayakan apabila dilalui. Jalur ini selalu digunakan pemudik apabila terjadi kemacetan di jalur utama Pantura setiap musim arus mudik lebaran.</p>
<p>Di jalur alternatif Kedung Jati, Pemalang-Tegal, misalnya. Jalur alternatif sepanjang 30 kilometer ini nyaris tidak bisa dilalui kendaraan akibat kondisi jalan yang cukup parah. Jalur yang menjadi satu-satunya alternative kendaraan dari arah Pemalang menuju Purwokerto ini dipastikan tidak bisa dilalui pada arus mudik mendatang.<br />
Sumber: www.metrotvnews.com</p>
<p>4. Sampaikanlah tanggapan dan solusi Anda terhadap permasalahan yang terdapat dalam isi berita tersebut.<br />
5. Berikan tanggapan terhadap solusi yang disampaikan oleh kelompok lain. Gunakanlah tabel penilaian berikut.</p>
<p><strong></strong><strong>Tabel Penilaian Hasil Akhir</strong>	silakan, Anda klik tautan di bawah ini!	</p>
<p><a href='http://yahu3x.files.wordpress.com/2010/08/tabel1.pdf'>tabel</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yahu3x.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yahu3x.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yahu3x.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yahu3x.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yahu3x.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yahu3x.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yahu3x.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yahu3x.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yahu3x.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yahu3x.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yahu3x.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yahu3x.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yahu3x.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yahu3x.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yahu3x.wordpress.com&amp;blog=13888270&amp;post=122&amp;subd=yahu3x&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahu3x.wordpress.com/2010/08/26/materi-kls-x-menanggapi-siaran-berita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0892117ee513ba7efa880b1ce6b9b54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yahu3x</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
